Berita  

Sudarsono Laporkan Panitia Muscab Serentak PD Lampung ke Polisi, Dugaannya Penipuan

Sudarsono Laporkan Panitia Muscab Serentak PD Lampung ke Polisi, Dugaannya Penipuan

Sekitaran.com,Bandar Lampung– Sudarsono, salah seorang peserta Muscab Partai Demokrat se-Provinsi Lampung yang berlangsung beberapa waktu lalu, melaporkan Panitia Muscab ke Polresta Bandar Lampung, pada Kamis (23/9/2022). Hal itu terungkap pada Konferensi Pers yang dilakukan Sudarsono, didampingi Kuasa Hukumnya Fajar Arifin, SH, di Tokopi Leipe Jl.Ryacudu Jalur 2 Korpri Bandar Lampung.

Sudarsono yang kini menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kota Metro, sebelumnya mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro saat digelar Muscab serentak Partai Demokrat Lampung pada tanggal 21 Maret 2022. Ia pun kecewa lantaran dirinya tidak diverifikasi oleh panitia muscab.

Kuasa hukum Sudarsono, Fajar Arifin menjelaskan bahwa kliennya merasa dipermainkan dan ditipu karena pada saat Muscab PD berlangsung dan dia sebagai salah seorang peserta Muscab diminta untuk menyetorkan uang senilai Rp25,5 juta kepada panitia. Namun sampai agenda Muscab berakhir dirinya tidak diverifikasi, padahal telah menyerahkan syarat-syarat yang telah ditentukan.

“Atas dasar ini lah klien kami melaporkan Panitia Muscab Partai Demokrat atas tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai dengan pasal 372 juncto 378 KUHP atas uang senilai Rp25.500.000 yang disetorkan Sudarsono ke panitia muscab,” ungkap Fajar.

Lanjut Fajar, meski panitia Muscab telah menerima uang yang disyaratkan, namun Sudarsono tidak diverifikasi sebagai calon Ketua PD Kota Metro.

“Kita sudah serahkan uang 25 jutaan itu sebagai salah satu syarat pencalonan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro itu kepada panitia, tetapi Sudarsono tidak diverifikasi dan seharusnya uang itu dikembalikan karena Sudarsono tidak maju untuk pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro dikarenakan tidak diverifikasi, alasan ini lah kita melaporkan Panitia Muscab Partai Demokrat atas adanya indikasi penipuan,” beber Fajar.

Sudarsono mengaku marah dan kecewa karena diperlakukan secara tidak etis dan dipermalukan pada saat Muscab Partai Demokrat serentak itu.

“Untuk mencalonkan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro salah satu syaratnya adalah mendapatkan 20 persen dukungan dari anggota DPAC dan saya mendapatkan dukungan 40 persen dari para kader partai, dan juga saya sudah memenuhi persyaratan membayar 25 juta 500 ribu sebagai uang administrasi mencalonkan yang diserahkan kepada panitia, tapi hasilnya saya tidak lolos verifikasi, yang membuat saya heran kenapa tidak diverifikasi dulu persyaratannya apakah sudah lengkap dan sesuai semua baru ditarungkan, ini malah bayar dulu sebelum bertarung, dan saat tidak terverifikasi uang tidak dikembalikan oleh panitia,” jelas Sudarsono pula, di tempat yang sama.

Menurut Sudarsono, para DPAC yang sudah mendukungnya dipanggil oleh Ketua DPD Partai Demorat Provinsi Lampung untuk tanda tangan tidak mendukung dan tidak memilih Sudarsono sebagai Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro
Dan dia baru mengetahui saat malam Muscab dimana itu membuat Sudarsono tidak lolos verifikasi.

Sudarsono berharap setelah laporan ini bisajadi pembelajaran, agar politik tidak melulu dijadikan sebagai permainan uang dan tercipta politik yang bermoral dan beretika.

“Jangan sampai hal ini terulang kembali karena ini bukan masalah uang tapi harga diri yang telah dipermalukan,” tandasnya.

Dia pun membandingkan proses dirinya terpilih sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Metro yang berbanding.

“Saya sama sekali tidak sedikitpun ditarik uang untuk administrasi pendaftaran atau yang lainnya untuk menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Metro,” ujar Sudarsono.

Dikatakan, ada dua calon Ketua DPC juga yang merasa dirugikan yakni Lampung Timur dan Lampung Utara yang bernasib sama. (Red)